.

Friday, February 17, 2012

Agar Sholat Tetep Khusyu'


Wahai kaum musliminyang dimuliakan Allah Shubhanahu wa ta’alla!. Banyak orangyang shalat namun tidak mengetahui apakah manfaat shalat yang sebenarnya dantidak pula menghormatinya dengan semestinya, karena sebab itulah shalat menjadiberat bagi mereka dan tidak menjadi penyejuk bagi mereka, tidak menjadipenenang bagi jiwa serta tidak menjadi cahaya bagi hati yang gelap. Banyakorang yang mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa sama seperti gagak yangmamatuk makanan, tidak menyempurnakan tuma’ninah, orang yang seperti ini tidakmendapatkan apapun dari shalatnya walaupun mereka mengerjakannya seribu kali,sebab khusyu dan tuma’ninah dalam menjalankan shalat adalah termasuk rukunshalat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menegur seorang lelaki yangtidak menyempurnakan thuma’ninah dalam shalatnya: Kembalilah lalu ulangishalatmu sebab engkau belum shalat. Maka diapun kembali mengerjakan shalatbeberapa kali dan pada setiap kali dia mengualangi shalatnya beliau mengatakan:Kembali ulangi shalatmu sebab engkau belum shalat”. Muttafaq alaihi. SehinggaRasulullah shallallahu alaihi wa sallam:mengajarkannya bagaiamana shalat yang khusyu dan tuma’ninah yang sempurna. DanRasulullah shallallahu alaihi wa sallamjuga mengingatkan seorang lelaki yang memainkan jenggotnya saat menjalankanshalat: Seandainya hati orang ini khusyu’ maka anggota badannyapun ikutkhusyu’. Hadits dengan derajat lamah.
Oleh sebab itulahshalat sangat sulit dan berat bagi orang yang mengerjakan shalat seperti inisebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah Shubhanahu wa ta’alla:
قال الله تعالى: {وَإِنَّهَالَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ}(البقرة: 45)
Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguhberat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (QS. Al-Baqarah: 45).
Wahai sekalian manusia!,tegakkan shalat kalian dan jagalah shalat tersebut, kerjakan dengan penuhkekhusyu’an, janganlah memainkan anggota badan dan pakaian saat menajalankanshalat, dan jangan pula meremehkan dan menyia-nyiakan shalat atau mengakhirkannyadari waktunya. Sebab tidak ada orang yang meninggalkan shalat, ataumeremehkanya atau menyia-nyiakannya karena perkara-perkara dunia kecuali orangyang telah ditetapkan tercela dan ditetapkan siksa yang pedih baginya. Orangyang meninggalkan shalat adalah orang yang dimurkai dan mati dalam keadaantidak Islam.
Allah Subahanahu Wa Ta’ala telah memperingatkan kalian darimenyia-nyiakan shalat dan meremehkannya. Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: {فَخَلَفَمِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَيَلْقَوْنَ غَيًّا} ( مريم: 59)
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yangjelek) yang menyia-nyiakanshalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelakakan menemui kesesatan. (QS. Maryam: 59).
Ali Radhillahu anhu berkata: Aku telahmendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah seorang hamba meninggalkan shalat dantidak pula mengerjakannya kecuali akan ditulis pada wajahnya orang ini telahkeluar dari rahmat Allah Shubhanahu wata’alla dan saya berlepas diri darinya”.
Wahai hamba Allah Shubhanahu wa ta’alla bertqwalahkepada -Nya dan berusahalah untukmengerjakan shalat dengan cara berjama’ah dengannya, niscaya Allah Shubhanahu wa ta’alla akan memberikankepada kalian rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Jagalah shalat dan kerjakanlahdengan cara yang khusyu’, sebab Allah Shubhanahuwa ta’alla telah berfirman di dalam kitab -Nya:
قال الله تعالى : {قَدۡأَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣ ةِ فَٰعِلُونَ ٤ وَٱلَّذِينَ هُمۡلِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡأَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَفَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡوَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡفِيهَا خَٰلِدُونَ} (المؤمنون: 1- 11)
“Sesungguhnyaberuntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalamsalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yangmenjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang merekamiliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapamencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yangakan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal didalamnya. (QS. Al-Mu’minun: 1-11).
Semoga AllahShubhanahu wa ta’alla memberikankeberkahannya bagiku dan bagi kalian semua di dalam Al-Qur’an yang mulia, danAllah Shubhanahu wa ta’alla memberikanmanfaat bagiku dan bagi kalian dengan ayat-ayat -Nya Yang Maha Bijaksana yang tertera di dalamnya. Hanya inilah yangbisa saya sampaikan dan aku memohon ampunan bagi diriku dan bagi kalian sertaseluruh kaum muslimin kepada Allah Shubhanahuwa ta’alla yang Maha Mulia dari segala dosa. Mohonlah ampun kepada -Nya danbertaubatlah kepada Allah Shubhanahu wata’alla, sebab Dia adalah Zat Yang Pengampun lagi Maha Penyayang.




KhutbahKedua
Segala pujibagi Allah Shubhanahu wa ta’alla yangtelah mewajibkan kepada para hamba -Nya beberapa shalat guna mewujudkan hikmahdan rahasia yang tinggi. Allah Shubhanahuwa ta’alla menjadikannya sebagai penghubung antara seorang hamba dengantuhannya agar hatinya menjadi terang dan segala tuntutannya terpenuhi baik didunia atau akherat.
Aku bersaksibahwa tiada tuhan yang berhak disembahselain Allah Shubhanahu wa ta’alla,Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya, Yang Maha Perkasa lagi MahaPengampun. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah Shubhanahu wa ta’alla yang terpilih danistimewa, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan baginya, dan kepadakeluarga, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikansampai hari kiamat.
Amma Ba’du.Wahai sekalian hamba Allah Shubhanahu wata’alla takutlah kepada -Nya, dan ketahuilah bahwa seseorang tidak akanmengetahui harga dan kedudukan sesuatu sehingga dia mengetahui hakekat, faedahdan urgensinya dan tidak ada yang lebih pantas bagi seorang muslim darimengetahui hakekat dan urgensi ibadah yang telah diwajibkan oleh Allah Shubhanahu wa ta’alla, dan di antaraibadah yang paling agung dan besar adalah ibadah yang telah diwajibkan olehAllah Shubhanahu wa ta’alla kepadaNabi -Nya tanpa perantara, diwajibkan di atas tujuh langit yang tinggi dan Diamenjadikannya lima kali shalat dengan ganjaran pahala lima puluh kali shalatapakah itu tidak menjadi bukti nyata akan nilainya yang penting dankeutamaannya yang tinggi serta perhatian Islam terhadap kewajiban ini.
Apakahseorang muslim tidak menyadari hakikat shalat ini, dia adalah penghubung antaradirinya dengan Tuhannya.Dia berdiri di hadapan Tuhannya lima kali sehari, diabermunajat pada saat shalat tersebut, sambil memohon kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla segalakebutuhannya. Seorang muslim berdiri tegak di hadapan Tuhannya agar dirinyadekat dengan Pencipta yang disembah dan dicintainya. Dia berdiri tegak dihadapan Tuhannya guna membuang segala keletihan dan kekeruhan serta kecemasanhidup lalu dia mengadu permasalahannya kepada Tuhannya. Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahualaihi wa sallam selalu memerintahkan kepada Bilal: “Panggillah kita agartenang dengan shalat wahai Bilal”.
Dan padasaat seorang hamba kehilangan rasa kelezatan dalam mengerjakan ibadah ini makaengkau akan menadapatkan bahwa dirinya menyia-nyiakan ibadah ini baik dalammenunaikan ibadah ini atau dalam menyempurnakan rukun dan wajib shalat.
Engkau akanmendapatinya sering meninggalkan shalat, jika dia datang mengerjakan shalatmaka engkau melihatnya melakukannya seperti gagak yang mematuk makanan, tidakmenyempurnakan tuma’ninahnya dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit saja.
Engkau akanmendapatinya memasuki shalat dengan jasadnya semata bukan dengan hatinya,hatinya lalulalang ke sanake mari, berpikir tentang urusan dunianya, bagaimanakah orang seperti ini bisamerasakan kelezatan beriabadah?. Bagiamana mungkin shalat yang seperti ini bisamencegah kemungkaran atau menambah keimanan.
Realitainilah yang sering terjadi dan menimpa banyak orang, tiada daya dan upaya hanyadengan kehendak Allah Shubhanahu wata’alla semata. Seyogayanya bagi orang yang berdiri tegak di hadapantuhannya untuk menampakkan kebutuhannya kepada Tuhannya selalu memohon kepada-Nya agar diberi pertolongan. Dan hendaklah dia juga menghadirkan kesadarandirinya yang sedang sedang bermunajat dan berkomunikasi dengan Tuhannya danmeresapi makna apa yang dibacanya baik dari ayat-ayat Al-Qur’an, tasbih dantakbir. Sebab semua itu bisa membantunya untuk menjalankan shalat secarakhusyu’.
Inilahyang dapat saya sampaikan, dan curahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi yangdatang membawa kabar gmebira dan ancaman, sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla telahmemerintahkan kepada kalian mengucapkan shalawat dan salam di dalamkitabsuci -Nya.

Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu

pengertian sabar dan cara ber sabar

Tips tips belajar cara Islam

Menjaga Keimanan Agar Tetap Stabil

Thursday, February 16, 2012

Renungan Tentang Kematian

Renungan Tentang Kematian
Mata wanita itu berkaca-kaca. Beliau tengah bercerita tentang suaminya yang kemarin meninggal dunia. Suaminya dipanggil menghadap Sang Pemilik Jiwa dalam usia yang masih terbilang muda. Baru saja suaminya menyelesaikan pendidikan S2-nya di negeri sakura. Kabarnya sakit Hepatitis. Beliau meninggalkan seorang isteri dan tiga anak yang masih kecil. Sulung mereka kelas 2 SD, teman sekelas anak saya waktu kelas satu. Yang paling kecil berusia tiga tahun.
“Sebenarnya Almarhum sudah merasakan sakit sejak bulan Mei, waktu masih di Jepang. Cuma karena saat itu sibuk menghadapi ujian, beliau menunda berobat dan periksa. Beliau mengira sakit biasa saja, dan akan lekas sembuh,” ujar ibu muda itu tegar. Beliau menambahkan putri pertama mereka begitu sering menangis, merasa amat kehilangan.
“Saat mau dibawa ke pemakaman, si kecil juga bertanya, Abi naik mobil mau dibawa ke rumah sakit lagi ya Mi? Kapan Abi pulang?” tutur wanita itu dengan mata berkaca-kaca. Trenyuh hati kami mendengarnya. Benar-benar trenyuh.
Saya merenung. Kesadaran tentang hakikat kematian hadir di dalam dada ini. Kematian adalah suatu keniscayaan, salah satu episode kehidupan yang sering kita saksikan, atau nantinya akan kita alami. Kita dan orang-orang yang kita cintai, suatu saat pastilah akan kembali pada-Nya. Siap atau tidak siap, rela atau tidak rela, kita akan pergi atau ditinggal pergi meninggalkan dunia ini.
Pedih, perih, dan pilu adalah hal yang memenuhi ruang hati saat orang-orang yang kita cintai pergi meninggalkan alam fana ini. Duka yang kita rasakan amat dalam. Rasa kehilangan pun tak henti-henti menghinggapi. Mata pun sembab karena tangisan yang terus mengalir. Semua perasaan yang wajar terjadi. Rasulullah juga meneteskan air mata ketika Ibrahim, putranya, meninggal.
Saya teringat status FB saya sekitar dua bulan lalu. Status yang saya tulis terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
Kematian, mesti kita memahaminya sebagai sebuah kepastian, tetapi ditinggalkan orang-orang yang kita cintai tetap saja meninggalkan duka yang teramat dalam. Bagi orang beriman yang menjadikan cinta dan ridha Rabbnya sebagai tujuan, tiada lagi pilihan kecuali ikhlas, sabar, ridha dan selalu mensyukuri setiap takdir kehidupan. Semoga Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang selalu mencintai kita.
Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali pada-Nya.
Sebuah kalimat singkat yang maknanya begitu dalam. Kalimat yang memunculkan kembali kesadaran kita akan hakikat kehidupan ini dan apa-apa yang kita miliki. Kalimat yang akan mampu menguatkan jiwa kita.
Meski umumnya wanita memiliki perasaan halus, tetapi memiliki ketegaran jiwa adalah sebuah keharusan. Pun meyakini bahwa setiap ujian adalah kesempatan yang Allah berikan untuk menaikkan derajat kita di hadapan-Nya. Allah tidak akan membebani seseorang di luar kadar kesanggupannya.
Hidup di dunia ini tidaklah seberapa lama. Rasulullah Saw bersabda,
“Perbandingan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat ialah seperti seorang berjalan di laut, lalu memasukkan satu jarinya ke laut kemudian mengangkatnya. Air yang melekat di jari itulah perumpamaan kehidupan di dunia, (sedangkan air yang masih tertinggal di lautan itulah kehidupan akhirat).”
Sebuah harapan selalu tertanam, semoga hayat kita husnul khatimah.
Sebuah renungan ba’da takziah ke rumah seorang teman.

Wednesday, February 15, 2012

Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu

Sub Page ini Saya buat untuk rekan2 yang ingin memperdalam Sholat Fardhu dengan meyakini dimana Sholat merupakan sebuah Media (ritual) berkomunikasi antara Mahluk dengan Sang Pencipta Allah Swt. dan dikhususkan juga bagi rekan2 yang mualaf.
Sehingga Sholat terdeskripsi tidak hanya dengan menbunyikan Surah atau pun Doa, akan tetapi dengan mengerti, meyakini, berkomunikasi memohon penuh dengan kekhusyukan kepada Tuhan YME
Semoga posting ini dapat mengantarkan kita semua ke dalam Ridho Allah Swt. dan lebih serta kurangnya saya mohonkan bimbingan bantuan dari saudara2 sekalian terimakasih.
Maaf bila sub page ini dengan tidak mengurangi rasa hormat saya tidak sisipkan “baca selanjutnya / more tag”
Jika ingin mendownload filenya klik di sini
DOA IFTITAH
ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.
INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.
AL-FATIHAH
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR RAHIIM.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
R U K U’
SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.
I’TIDAL
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).
RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.
SUJUD
SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.
TASYAHUD AWAL
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.
TASYAHUD AKHIR
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.
KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.
Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.

http://syawhy.wordpress.com

Refesensi !